Alat Seduh Low Budget, Gunakan Bahan Alami

Beragam macam alat seduh memang menjadi alat yang sangat dibutuhkan di coffee shop.  Mulai dari mesin espresso yang komplit disertai mesin penggiling, sampai dengan kertas filter untuk metode seduh pour over. Tidak jarang, demi memenuhi koleksi alat seduh bagi para coffee addict, mereka rela untuk membayar mahal demi kualitas kopi yang dihasilkan, padahal sebenarnya tidak.
Sebuah alat dibuat untuk memudahkan pekerjaan manusia, alat tersebut terbentuk dari alat sebelumnya yang sudah dimodifikasi. Pernah terpikir bagaimana orang-orang zaman dahulu menyeduh kopi mereka? Tanpa bantuan alat canggih seperti sekarang ini? Beberapa hari lalu di sebuah acara televisi swasta, dibahas singkat metode seduh turunan nenek moyang khususnya pour over.

credit : orami

Kopi yang diseduh memang bukanlah merk terkenal ataupun yang berasal dari luar negri, namun hasil jerih payah menanam sendiri. Jika pour over menggunakan wadah kaca besar untuk menampung tetesan kopi, corong penyaring, dan kertas filter, maka yang satu ini berbeda. Wadah penampung merupakan kendi yang terbuat dari tanah liat, daun pisang sebagai corong penyaring, dan kain sebagai kertas penyaring, dan cangkirnya adalah tempurung kelapa. Yang mana semuanya berasal dari bahan alami.
Kendi tanah liat memiliki lapisan yang cukup tebal, berbeda dengan wadah kaca atau aluminium yang cepat menghantarkan panas sehingga harus hati-hati menggunakannya, maka kendi lebih aman dan rasa yang dihasilkan tentu berbeda. Daun pisang, siapa yang tak kenal benda alam multifungsi ini? Dalam dunia kuliner sering digunakan daun pisang untuk membungkus masakan, atau hanya sebagai alat makan pengganti piring. Hal ini karena aroma yang khas dari daun pisang. Pertemuan kopi, air panas, dan daun pisang akan menghasilkan aroma yang menenangkan. Bagaimana aromanya? Silakan coba sendiri di rumah. Kain filter, dahulu kain dibuat dari benang yang dihasilkan oleh ulat sutera, namun mungkin sekarang sudah jarang ditemui karena diganti oleh benang sintetis. Maka tujuan penggunaan kain disini juga untuk mengurangi limbah organik, karena kain dapat digunakan berkali-kali. Cangkir tempurung kelapa, mirip seperti kendi yang tidak cepat menyerap panas dan lebih ramah lingkungan.
Nah, untuk yang ingin mencoba menyeduh dengan bahan alami ini, mungkin bisa mulai dengan metode seduh pour over, karena belum ada alat alami lain untuk membuat espresso. (Windy)